5 Hal Penting Dalam Setiap Bisnis

  1. Value Creation: Mencari tahu apa yang orang butuhkan, lalu memenuhi kebutuhannya.
  2. Marketing: menarik perhatian dan membuat orang yang kita sasar menyadari bahwa ia membutuhkan apa yang kita buat.
  3. Sales: Membuat calon pelanggan menjadi pelanggan (yang mau membayar apa yang kita buat).
  4. Value Delivery: memberikan kepada customer apa yang kita janjikan dan memastikan mereka puas terhadap apa yang kita berikan.
  5. Finance: memastikan kita memiliki uang yang cukup untuk melanjutkan bisnis.

5 hal tersebut tidak besar atau kecilnya sebuah organisasi bisnis (perusahaan), jika tidak memiliki salah satu dari 5 hal yang disebutkan di atas, maka itu bukan sebuah bisnis.

Karena..

Usaha yang tidak menciptakan nilai (value creation) untuk orang lain adalah hanya sebuah hobby.

Usaha yang tidak berhasil menarik perhatian calon pelanggan adalah kegagalan. (marketing).

Usaha yang tidak menjual sesuatu dari apa yang sudah dibuat adalah nonprofit. (sales).

Usaha yang tidak berhasil memberikan apa yang sudah dijanjikan adalah penipuan. (value delivery).

Usaha yang tidak menghasilkan cukup uang untuk beroperasi mau tidak mau akan tutup, cepat atau lambat. (finance).

Salah satu cuplikan dari buku The Personal MBA.

Advertisements

#SuratBuatKal: Fokus pada Esensi

kal
Khalila, menuju 5 bulan.

Tahun 70-an, muncul istilah JIT (Just In Time), sebuah sistem untuk mengatasi 3 pemborosan (overproduction, excess inventory, dan waiting) dalam sebuah sistem produksi.

Tahun 90-an, muncul istilah BSC (Balance Scorecard), yang berbicara tentang sebuah model untuk mengukur performa sebuah perusahaan dengan 4 perspektif: finansial, customer, internal business process dan learning & growth

Lalu muncul SCM (Supply Chain Management), yang berbicara bagaimana mengatur aliran barang dalam satu rantai supply agar efisien.

Belum lama ini kita dengar “Disruption”, belum selesai memahami benar-benar, muncul istilah Industry 4.0. Di sekelilingnya ada Machine Learning, Internet of Things, Big Data, dll

Nanti akan ada lagi… begitu seterusnya sampai bumi ini tutup usia.

Istilah-istilah keren datang dan pergi.

Saya ingin bilang kepada Khalila,

“Bumi akan terus bergerak dinamis, Sayang. Yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.

Challenges, semakin hari, semakin berat.

Karena itu, jadilah pribadi pembelajar, yang kokoh, adaptif, dan tetap rendah hati.

Pahami dari mana kita berasal, mengapa kita ada di sini, dan kemana kita akan pergi setelah kehidupan ini selesai. Pahami itu semua dari referensi yang valid.

Dengannya, insyaAllah kita jadi mudah mengatur prioritas, tidak panik dengan tabuhan genderang orang lain. Kita juga jadi mudah membedakan mana yang akar, mana yang ranting.

Sehingga kita akan tetap sibuk mewarnai aktivitas kehidupan ini dengan makna, tidak kering hanya sebatas rutinitas pemenuh syahwat.

Khalila, jadilah pribadi hebat & bermanfaat ya sayang. Yang Allah Ridha atas setiap aktivitasmu.”

Kantor BADR B2, 28 November 2018 (22:10 WIB)

Menjelang 1 Tahun Pernikahan

Jam 12.08AM, tengah malam. Harusnya saya bergegas siap-siap untuk acara besok pagi.

Tapi terdistrak dengan note di Evernote berjudul “Untitled Note” buatan Kania—yang bikin senyum-senyum.

Setelah dicek lebih detail, ternyata note tersebut dibuat di tanggal 9 Desember 2017, di dalam Notebook Evernote: “Rismawan Family”. Isi notebook tersebut diantaranya adalah catatan pribadi saya yang ditulis beberapa hari sebelum akad, khusus untuk dibaca Kania setelah kami resmi halal. Karena dari pertama kenal (di kantor) sampai menjelang pernikahan, kami minim interaksi-interaksi yang kurang perlu.

Isi catatannya semacam daftar kesepakatan dan visi saya saat itu ketika kami sudah menikah. InsyaAllah belum berubah sampai saat ini.

Kalau dibaca lagi, bikin senyum-senyum sendiri. hehehe

Sengaja saya bagikan di sini untuk menjadi pengingat diri saya pribadi.


13 Agustus 2017

Thougts:

  • Relationship Goal: Ke Syurga Bersama ūüôā
  • Salah satu tugas masing-masing kita adalah saling mengingatkan untuk senantiasa bersyukur dalam senang atau sedih, lapang atau sempit, mudah atau sulit. Syukur aja? Mengapa tidak juga dengan sabar? Karena saya percaya, dalam syukur, terkandung sabar.
  • Utarakan keinginan dan ekspektasi yang diharapkan dari pasangan. Meskipun itu hal-hal yang menurut kita mungkin remeh-temeh. Dengar, antara kita, tidak ada suatu hal yang levelnya remeh. Semuanya penting, jadi jangan sungkan untuk mengutarakan.
  • Sebagai pembelajar, kesalahan itu sebuah kewajaran. Itu bagian dari proses belajar yang tidak bisa dipisahkan. Selama dipertanggung jawabkan, semuanya dalam status: baik-baik saja. Budaya apresiasi menjadi penting, untuk menjaga motivasi.
  • Tidak boleh ada pertengkaran yang dibawa tidur. Semuanya harus selesai sebelum tidur. Komunikasi, empati dan keinginan untuk terus berbenah satu sama lain menjadi kunci.
  • Selama masih dalam koridor kebenaran dan masih dalam batas kewajaran, tidak ada salahnya mencoba untuk berubah atau menyesuaikan, dalam rangka mendapatkan kesenangan pasangan, anak, dan keluarga. Meskipun itu kesenangan yang sederhana.
  • Keluarga itu penting.
  • Tidak ada yang salah dengan menuntut, sepanjang kita memegang prinsip dan mempraktikkannya dalam sehari-hari: bahwa memberi dan melayani itu 100x lebih membawa maslahat. Giving is getting more.
  • Tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan. Usahakan maksimal, setelahnya terserah Allah. Allah tau kapasitas kita, Allah ndak suka kita merasa lemah.
  • Pahami keinginan pasangan.
  • Tidak boleh ada rahasia yang berjangka waktu selamanya, pahit atau manis. Terbukalah.
  • Belajar untuk saling mencintai setiap hari, jatuh cinta minimal satu minggu sekali.

 

Depok, 18 Agustus 2017

Harapan ke Kania

Menjadi partner yang tumbuh bersama.

Saya ingin Kania memahami kekurangan-kekurangan saya sampai hal yang paling kecil. Nanti saya akan beri tahu daftar kekurangan itu. Lama-lama, Kania juga akan menambah panjang daftar kekurangan itu. Sesekali sesekali Kania mungkin akan menghapusnya, lalu menambahnya lagi. Daftar itu sangat mungkin tidak akan pernah bersih. Biar Kania percaya bahwa saya manusia, bukan malaikat hehe.

Pada prinsipnya, saya senang berbenah. Bantu saya menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari ya.

Kania tidak boleh menjadi wanita biasa-biasa saja. Keluarga kita harus hebat.

Saya ingin Kania tumbuh menjadi seorang istri dan ibu yang hebat, tidak seperti wanita kebanyakan, karena Kania punya peran yang sangat penting di keluarga kecil ini, keluarga yang terobsesi menjadi keluarga ‚Äúhebat‚ÄĚ.

Fokuslah untuk memberi kontribusi dan manfaat untuk masyarakat dengan potensi yang Kania punya. InsyaAllah saya akan membantu semaksimal yang saya bisa. Saya akan memastikan diri saya menjadi orang paling pertama yang mendukung Kania, apapun dan bagaimana pun kondisinya. Saya tidak rela kalau orang lain yang mengambil peran itu.

Konsekuensi logis dari itu semua, sangat mungkin akan banyak yang dikorbankan: waktu luang, kerapihan rumah, tumpukan baju yang harus di setrika, tenaga, energi, harta bahkan intensitas waktu kita bersama. Tapi mudah-mudahan itu semua dinilai Allah sebagai bukti cinta kita kepada agama ini.

Definisi kebahagiaan untuk keluarga kita mungkin tidak dengan berwisata ke luar pulau, jalan-jalan ke mall, nonton ke bioskop, makan di luar bersama, seperti definisi kebahagiaan kebanyakan orang. Semua itu tidak salah, sama sekali tidak salah. Sesekali, duakali, tiga kali mungkin kita akan memerlukannya. Tapi bukan itu satu-satunya cara kita untuk mencapai kebahagiaan.

Saya ingin keluarga ini mampu menghadirkan kebahagiaan bersama dengan kesibukannya dalam berbagi, berkarya dan berkontribusi.

Dari dulu saya memiliki cita-cita, agar keluarga saya kelak bisa menjadi kendaraan untuk siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas hidupnya dan mengenal Rabb-nya.


 

Enggak terasa, waktu 1 tahun berlalu. Begitu banyak nikmat Allah yang diturunkan untuk keluarga kecil kami. Alhamdulillah.

Mungkin begitu banyak pula nikmat Allah yang luput dari ekspresi syukur kami.

Semoga kami dimasukkan dalam golongan hamba-hamba yang bertaubat & bersyukur.

Depok, 25 Agustus 2018, 12:28AM

[NulisAja: 4/14] 5 Core Human Drives

WhatsApp Image 2018-03-21 at 21.47.55

Ada lima hal yang memengaruhi seseorang dalam berperilaku dan memengaruhinya pula dalam pengambilan keputusan.

Josh Kaufman menjelaskan sebuah kata kunci baru kepada saya malam ini, yaitu Core Human Drives. Empat diantaranya dikutip dari Paul Lawrence dan Nitin Nohria, keduanya seorang professor Harvard Business Review, juga penulis Driven: How Human Nature Shapes Our Choice.

Ini dia kelima Core Human Drives tersebut:

1. The Drive to Acquire

Keinginan seseorang untuk memperoleh sebuah benda baik objek fisik maupun non-fisik seperti kekuatan, kekuasaan, pengaruh.

Jika ada sebuah bisnis yang bertujuan memenuhi kebutuhan seseorang untuk menjadi lebih kaya, lebih berpengaruh, lebih disegani. Oleh karena itu ada sebuah perusahaan konsultan politik,  produsen super car yang mewah dan super cepat, misalnya.

2. The Drive to Bond

Manusia adalah makhluk sosial. Di level tertentu, seseorang ingin untuk dihargai dan diperhatikan dalam sebuah hubungan.

Contoh bisnis yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan ini seperti biro jodoh, restoran yang cozy buat ngumpul bareng temen, keluarga atau pasangan. Sebuah bisnis yang membantu seseorang untuk lebih disukai atau lebih menarik.

3. The Drive to Learn

Bisnis yang dibuat untuk memenuhi keingin tahuan seseorang, keinginan seseorang untuk berkembang menjadi lebih valueable, karenanya ia membutuhkan ilmu.

Sebuah bisnis yang menjanjikan seseorang untuk lebih berkompetensi dan lebih pintar. Contohnya publisher buku, bimbingan belajar, tempat kursus, online course.

4. The Drive to Defend

Bagaimanapun seseorang perlu untuk merasa dirinya aman dari segala bentuk ancaman. Tidak hanya dirinya, termasuk orang yang menurutnya penting atau benda yang menurutnya berharga.

Sebuah bisnis yang menjanjikan rasa aman, membantu mengurangi masalah-masalah, mencegah hal-hal yang tidak dinginkan berusaha untuk memenuhi The Drive to Defend. Misalnya, alarm mobil, satpam, kursus pelatihan bela diri, asuransi, lega, dll.

5. The Drive to Feel

Seseorang senang mencari sesuatu yang membuat ia merasa senang, terhibur, tenang, atau apapun yang berhubungan emosinya. Oleh karena itu muncullah bisnis-bisnis game, konser, film, restoran, wahana permainan.

Josh menambahkan, bahwa semua bisnis yang sukses adalah yang menjual produk atau servisnya dari kombinasi uang, status, kekuatan, cinta, pengetahuan, keamanan, kenyamanan, dan kegembiraan.

Semakin baik sebuah bisnis mengartikulasikan produknya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, semakin menarik pula ia.

sumber foto dari sini.


NulisAja adalah challenge pribadi selama 14 hari untuk melemaskan otot-otot menulis yang udah lama enggak dipake. Sambil ritual merapihkan pikiran. Tulisan lainnya tentang NulisAja bisa dilihat di sini.

[NulisAja: 3/14] “Mo”, Sang Idola

Mohamed Salah, namanya bersinar di eropa sebagai pesepakbola yang sangat prestatif, dan religius.

“Mo” begitu ia biasa dipanggil, berhasil membumikan nilai-nilai Islam yang indah melalui pekerjaannya, sebagai seorang atlet sepak bola.

Hal yang sama juga mungkin bisa kita contoh. Bagaimana jika bekerja tidak hanya untuk mencari nafkah dan sarana aktualisasi diri saja, tapi juga bekerja untuk ibadah, memperkenalkan wajah Islam yang indah ke rekan kerja, bahkan dunia.

Seperti yang Mo Salah contohkan ūüôā



NulisAja
 adalah challenge pribadi selama 14 hari untuk melemaskan otot-otot menulis yang udah lama enggak dipake. Sambil ritual merapihkan pikiran. Tulisan lainnya tentang NulisAja bisa dilihat di sini.