Menjelang 1 Tahun Pernikahan

Jam 12.08AM, tengah malam. Harusnya saya bergegas siap-siap untuk acara besok pagi.

Tapi terdistrak dengan note di Evernote berjudul “Untitled Note” buatan Kania—yang bikin senyum-senyum.

Setelah dicek lebih detail, ternyata note tersebut dibuat di tanggal 9 Desember 2017, di dalam Notebook Evernote: “Rismawan Family”. Isi notebook tersebut diantaranya adalah catatan pribadi saya yang ditulis beberapa hari sebelum akad, khusus untuk dibaca Kania setelah kami resmi halal. Karena dari pertama kenal (di kantor) sampai menjelang pernikahan, kami minim interaksi-interaksi yang kurang perlu.

Isi catatannya semacam daftar kesepakatan dan visi saya saat itu ketika kami sudah menikah. InsyaAllah belum berubah sampai saat ini.

Kalau dibaca lagi, bikin senyum-senyum sendiri. hehehe

Sengaja saya bagikan di sini untuk menjadi pengingat diri saya pribadi.


13 Agustus 2017

Thougts:

  • Relationship Goal: Ke Syurga Bersama ūüôā
  • Salah satu tugas masing-masing kita adalah saling mengingatkan untuk senantiasa bersyukur dalam senang atau sedih, lapang atau sempit, mudah atau sulit. Syukur aja? Mengapa tidak juga dengan sabar? Karena saya percaya, dalam syukur, terkandung sabar.
  • Utarakan keinginan dan ekspektasi yang diharapkan dari pasangan. Meskipun itu hal-hal yang menurut kita mungkin remeh-temeh. Dengar, antara kita, tidak ada suatu hal yang levelnya remeh. Semuanya penting, jadi jangan sungkan untuk mengutarakan.
  • Sebagai pembelajar, kesalahan itu sebuah kewajaran. Itu bagian dari proses belajar yang tidak bisa dipisahkan. Selama dipertanggung jawabkan, semuanya dalam status: baik-baik saja. Budaya apresiasi menjadi penting, untuk menjaga motivasi.
  • Tidak boleh ada pertengkaran yang dibawa tidur. Semuanya harus selesai sebelum tidur. Komunikasi, empati dan keinginan untuk terus berbenah satu sama lain menjadi kunci.
  • Selama masih dalam koridor kebenaran dan masih dalam batas kewajaran, tidak ada salahnya mencoba untuk berubah atau menyesuaikan, dalam rangka mendapatkan kesenangan pasangan, anak, dan keluarga. Meskipun itu kesenangan yang sederhana.
  • Keluarga itu penting.
  • Tidak ada yang salah dengan menuntut, sepanjang kita memegang prinsip dan mempraktikkannya dalam sehari-hari: bahwa memberi dan melayani itu 100x lebih membawa maslahat. Giving is getting more.
  • Tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan. Usahakan maksimal, setelahnya terserah Allah. Allah tau kapasitas kita, Allah ndak suka kita merasa lemah.
  • Pahami keinginan pasangan.
  • Tidak boleh ada rahasia yang berjangka waktu selamanya, pahit atau manis. Terbukalah.
  • Belajar untuk saling mencintai setiap hari, jatuh cinta minimal satu minggu sekali.

 

Depok, 18 Agustus 2017

Harapan ke Kania

Menjadi partner yang tumbuh bersama.

Saya ingin Kania memahami kekurangan-kekurangan saya sampai hal yang paling kecil. Nanti saya akan beri tahu daftar kekurangan itu. Lama-lama, Kania juga akan menambah panjang daftar kekurangan itu. Sesekali sesekali Kania mungkin akan menghapusnya, lalu menambahnya lagi. Daftar itu sangat mungkin tidak akan pernah bersih. Biar Kania percaya bahwa saya manusia, bukan malaikat hehe.

Pada prinsipnya, saya senang berbenah. Bantu saya menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari ya.

Kania tidak boleh menjadi wanita biasa-biasa saja. Keluarga kita harus hebat.

Saya ingin Kania tumbuh menjadi seorang istri dan ibu yang hebat, tidak seperti wanita kebanyakan, karena Kania punya peran yang sangat penting di keluarga kecil ini, keluarga yang terobsesi menjadi keluarga ‚Äúhebat‚ÄĚ.

Fokuslah untuk memberi kontribusi dan manfaat untuk masyarakat dengan potensi yang Kania punya. InsyaAllah saya akan membantu semaksimal yang saya bisa. Saya akan memastikan diri saya menjadi orang paling pertama yang mendukung Kania, apapun dan bagaimana pun kondisinya. Saya tidak rela kalau orang lain yang mengambil peran itu.

Konsekuensi logis dari itu semua, sangat mungkin akan banyak yang dikorbankan: waktu luang, kerapihan rumah, tumpukan baju yang harus di setrika, tenaga, energi, harta bahkan intensitas waktu kita bersama. Tapi mudah-mudahan itu semua dinilai Allah sebagai bukti cinta kita kepada agama ini.

Definisi kebahagiaan untuk keluarga kita mungkin tidak dengan berwisata ke luar pulau, jalan-jalan ke mall, nonton ke bioskop, makan di luar bersama, seperti definisi kebahagiaan kebanyakan orang. Semua itu tidak salah, sama sekali tidak salah. Sesekali, duakali, tiga kali mungkin kita akan memerlukannya. Tapi bukan itu satu-satunya cara kita untuk mencapai kebahagiaan.

Saya ingin keluarga ini mampu menghadirkan kebahagiaan bersama dengan kesibukannya dalam berbagi, berkarya dan berkontribusi.

Dari dulu saya memiliki cita-cita, agar keluarga saya kelak bisa menjadi kendaraan untuk siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas hidupnya dan mengenal Rabb-nya.


 

Enggak terasa, waktu 1 tahun berlalu. Begitu banyak nikmat Allah yang diturunkan untuk keluarga kecil kami. Alhamdulillah.

Mungkin begitu banyak pula nikmat Allah yang luput dari ekspresi syukur kami.

Semoga kami dimasukkan dalam golongan hamba-hamba yang bertaubat & bersyukur.

Depok, 25 Agustus 2018, 12:28AM

Advertisements

[NulisAja: 4/14] 5 Core Human Drives

WhatsApp Image 2018-03-21 at 21.47.55

Ada lima hal yang memengaruhi seseorang dalam berperilaku dan memengaruhinya pula dalam pengambilan keputusan.

Josh Kaufman menjelaskan sebuah kata kunci baru kepada saya malam ini, yaitu Core Human Drives. Empat diantaranya dikutip dari Paul Lawrence dan Nitin Nohria, keduanya seorang professor Harvard Business Review, juga penulis Driven: How Human Nature Shapes Our Choice.

Ini dia kelima Core Human Drives tersebut:

1. The Drive to Acquire

Keinginan seseorang untuk memperoleh sebuah benda baik objek fisik maupun non-fisik seperti kekuatan, kekuasaan, pengaruh.

Jika ada sebuah bisnis yang bertujuan memenuhi kebutuhan seseorang untuk menjadi lebih kaya, lebih berpengaruh, lebih disegani. Oleh karena itu ada sebuah perusahaan konsultan politik,  produsen super car yang mewah dan super cepat, misalnya.

2. The Drive to Bond

Manusia adalah makhluk sosial. Di level tertentu, seseorang ingin untuk dihargai dan diperhatikan dalam sebuah hubungan.

Contoh bisnis yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan ini seperti biro jodoh, restoran yang cozy buat ngumpul bareng temen, keluarga atau pasangan. Sebuah bisnis yang membantu seseorang untuk lebih disukai atau lebih menarik.

3. The Drive to Learn

Bisnis yang dibuat untuk memenuhi keingin tahuan seseorang, keinginan seseorang untuk berkembang menjadi lebih valueable, karenanya ia membutuhkan ilmu.

Sebuah bisnis yang menjanjikan seseorang untuk lebih berkompetensi dan lebih pintar. Contohnya publisher buku, bimbingan belajar, tempat kursus, online course.

4. The Drive to Defend

Bagaimanapun seseorang perlu untuk merasa dirinya aman dari segala bentuk ancaman. Tidak hanya dirinya, termasuk orang yang menurutnya penting atau benda yang menurutnya berharga.

Sebuah bisnis yang menjanjikan rasa aman, membantu mengurangi masalah-masalah, mencegah hal-hal yang tidak dinginkan berusaha untuk memenuhi The Drive to Defend. Misalnya, alarm mobil, satpam, kursus pelatihan bela diri, asuransi, lega, dll.

5. The Drive to Feel

Seseorang senang mencari sesuatu yang membuat ia merasa senang, terhibur, tenang, atau apapun yang berhubungan emosinya. Oleh karena itu muncullah bisnis-bisnis game, konser, film, restoran, wahana permainan.

Josh menambahkan, bahwa semua bisnis yang sukses adalah yang menjual produk atau servisnya dari kombinasi uang, status, kekuatan, cinta, pengetahuan, keamanan, kenyamanan, dan kegembiraan.

Semakin baik sebuah bisnis mengartikulasikan produknya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, semakin menarik pula ia.

sumber foto dari sini.


NulisAja adalah challenge pribadi selama 14 hari untuk melemaskan otot-otot menulis yang udah lama enggak dipake. Sambil ritual merapihkan pikiran. Tulisan lainnya tentang NulisAja bisa dilihat di sini.

[NulisAja: 3/14] “Mo”, Sang Idola

Mohamed Salah, namanya bersinar di eropa sebagai pesepakbola yang sangat prestatif, dan religius.

“Mo” begitu ia biasa dipanggil, berhasil membumikan nilai-nilai Islam yang indah melalui pekerjaannya, sebagai seorang atlet sepak bola.

Hal yang sama juga mungkin bisa kita contoh. Bagaimana jika bekerja tidak hanya untuk mencari nafkah dan sarana aktualisasi diri saja, tapi juga bekerja untuk ibadah, memperkenalkan wajah Islam yang indah ke rekan kerja, bahkan dunia.

Seperti yang Mo Salah contohkan ūüôā



NulisAja
 adalah challenge pribadi selama 14 hari untuk melemaskan otot-otot menulis yang udah lama enggak dipake. Sambil ritual merapihkan pikiran. Tulisan lainnya tentang NulisAja bisa dilihat di sini.

[NulisAja 2/14] Silaturrahim ke PKPU HI

Silaturrahim ke kantor pusat PKPU Human Initiative, untuk menghadiri acara Salam Pagi: semacam agenda rutin pekanan untuk seluruh employee PKPU di sana.

Suatu kehormatan karena diberi kesempatan untuk bisa sharing tentang BADR dan Yawme. Semoga bisa tercipta kolaborasi kebaikan yang berkelanjutan.

WhatsApp Image 2018-03-19 at 19.22.07
Bersama Pak Agung Notowigono, CEO PKPU Human Initiative

Organisasi yang mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membuktikan bahwa akan selalu ada kepedulian di tengah suasana yang genting sekalipun.

Betapa beruntungnya mereka. Lelahnya menguap bersama waktu, tetapi kebaikannya tidak.


NulisAja adalah challenge pribadi selama 14 hari untuk melemaskan otot-otot menulis yang udah lama enggak dipake. Sambil ritual merapihkan pikiran. Tulisan lainnya tentang NulisAja bisa dilihat di sini.

[NulisAja: 1/14] Mahalnya Inspirasi Tuk Berbuat Baik

WhatsApp Image 2018-03-18 at 22.49.05.jpeg

Dalam sebuah pertemuan, seorang teman bercerita bahwa ia baru saja merasa tersentuh hatinya ketika mendengar seseorang melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Randomly.

Tiba-tiba ia teringat betapa lalainya ia belakangan ini. Lesu beraktivitas, ibadah juga kendor. Karena kejadian sederhana itu, ia berniat untuk memperbaiki semuanya.

Mendengar cerita tersebut, beberapa dari kami ada yang ngeledek “widiih…”, “soleh banget lu bro”, ada yang biasa aja, ada yang ikut muhasabah juga hehe.

Kisah yang lain, di sebuah pertemuan, di cafe di daerah Jakarta. Kami sedang berbincang-bincang. Tiba-tiba terdengar sirine ambulan. Kami diam. Lalu ada yang nyeletuk, “Itu barusan pengingat mati, bro”. Respon kami bermacam-macam, ada yang tertawa, ada yang istighfar, ada yang biasa saja.

Dua ilustrasi di atas membuat saya berpikir,

Gitu ya kalo Allah udah berkehendak.

Bendanya sama. Sama-sama suara sirine ambulan, tapi respon yang ditangkep bisa macem-macem. Yang beruntung karena Allah izinkan hidayah itu masuk ke dalam hati salah satu dari kami, si penerima hidayah jadi terinspirasi untuk muhasabah, walaupun simple: inget mati. Mungkin setelah itu, ia jadi lebih termotivasi untuk mempelajari agama lebih dalam, lalu ia berbuat baik lebih banyak, dan lebih ikhlas dalam beramal.

Yang mungkin kurang beruntung ya biasa aja. Kayak saya waktu itu. Memahami sebuah suara sirine ambulan ya hanya sebatas “ngiung–ngiung” yang lewat aja, lalu selesai.

Dari sumber yang sama, sama-sama suara sirine ambulan, tapi experience-nya beda-beda.

Betapa mahalnya sebuah hidayah. Kita ga bisa kontrol karena itu hak prerogratif Allah. Suka-suka Allah mau ngasih ke siapa.

WhatsApp Image 2018-03-18 at 23.02.27

Jadi inget hadits riwayat Imam Bukhari & Imam Muslim, yang bunyinya “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama”.

“Faqih” kira-kira artinya paham terhadap sesuatu.

Untuk menjadi seorang yang berilmu pastilah panjang perjalanannya. Dengan izin Allah pula, kita mesti terinspirasi dulu untuk punya keinginan belajar, mencari sumber ilmu.

Lalu ketika sampai di sumber ilmu, kita perlu dizinkan Allah untuk bisa duduk berlama-lama menyimak sumber ilmu dengan baik dan benar. Karena sering juga mungkin kita enggak kuat duduk lama-lama di majelis ilmu, duduk dikit semutan hehe. Atau fisiknya di sana, pikirannya di luar. Termasuk saya juga sering. Dan sebagainya.

Setelah itu, wawasan yang kita dapat, Allah izinkan wawasan itu berubah menjadi ilmu karena diamalkan, lalu bermanfaat. Karena betapa banyak informasi yang kita dapat dari buku, kajian Youtube, datang ke majelis langsung hanya berhenti sebatas wawasan, belum menjadi ilmu yang diamalkan.

Jadi untuk kita bisa berbuat baik (beramal shalih) butuh proses yang panjang sebenarnya, tidak langsung begitu saja. Dan membutuhkan izin Allah.

Oleh karena itu, case ini bisa dijadikan bahan introspeksi di diri kita masing-masing, termasuk juga saya. Apakah selama ini kita sudah cukup senang belajar, berada dalam majelis, untuk menuntut ilmu? Apakah sudah muncul amal-amal kebaikan dari ilmu yang kita dapat? Apakah kita cukup senang menjalankan kebaikan-kebaikan itu?

Jika rasanya masih berat untuk berbuat baik, mungkin memang Allah tidak menginginkan kebaikan itu ada dari kita. Allah tidak izinkan, sehingga kita sulit sekali terinspirasi untuk berbuat baik.

Mari beristighfar.

WhatsApp Image 2018-03-18 at 23.04.12

Kembali ke Allah. Minta hidayah sama Allah. Minta sama Allah untuk dikasih inspirasi untuk berbuat baik, untuk beribadah.

Di luar aktivitas-aktivitas yang sudah umum kita ketahui sebagai ibadah: shalat, tilawatil Qur’an, puasa, dll, Semoga Allah menghitung pekerjaan kita juga sebagai ibadah, makan kita sebagai ibadah, minum kita sebagai ibadah, senyum kita sebagai ibadah, meeting kita sebagai ibadah. Mari kita niatkan semua aktivitas kebaikan kita sebagai bentuk ikhtiar kita beribadah kepada Allah.

Karena kehidupan dunia ini hanya sementara, tempat kita mengais bekal yang mudah-mudahan cukup, mengusahakan portofolio-portofolio kebaikan, untuk dibawa pulang ke kampung akhirat.

Aamiin.


sumber foto dari sini.

NulisAja adalah challenge pribadi selama 14 hari untuk melemaskan otot-otot menulis yang udah lama enggak dipake. Sambil ritual merapihkan pikiran.

Tulisan dalam NulisAja dibuat dengan enggak pake banyak mikir, karena yang penting jadi dulu aja –khawatir jadi watjana– sambil diperbaiki dalam perjalanan. Oleh karena itu tidak cocok dijadikan rujukan atau referensi (kepedean hehe). Walaupun dibuat dengan yang-penting-jadi-dulu, saya masih lumayan berharap barangkali ada inspirasi dan insight yang bisa dibawa pulang oleh pembaca ūüôā