Dreamatics (Dream in Informatics)

Saat menjadi siswa, saya mempunyai cita-cita untuk menjadi mahasiswa Teknik Informatika / Ilmu Komputer di Universitas atau Institut yang baik , dan Alhamdulillah sekarang sudah terwujud :)

Kini setelah duduk di bangku perkuliahan dan menyandang predikat sebagai mahasiswa, cita-cita pun direset kembali. Masih belum banyak tahu mengenai dunia Informatika.  Tetapi saat ini, saya mempunyai sebuah cita-cita (profesi) , yaitu menjadi seorang Technopreneur. Saya ingin mempunyai sebuah Software House yang merekrut banyak orang-orang hebat di bidangnya, bekerja, berkarya, berinovasi dan belajar bersama dalam atmosphere yang kondusif dan kompetitif.

Teringat pesan dari seorang alumni Teknik Informatika ITTelkom, “kalau ingin punya usaha sendiri di suatu bidang, kita harus jago dulu di bidang itu

Untuk mencapai itu semua, saya harus menyiapkannya dari sekarang. Memulai membiasakan diri dengan mencoba semaksimal mungkin untuk menjadi seorang yang jago di suatu bidang  (seperti yang dikatakan oleh kakak alumni), dengan harapan kebiasaan itu akan isiqomah dilakukan sehingga akan berubah menjadi sebuah karakter dalam diri, seiring dengan berjalannya waktu.

Bagaimana caranya ?

Melihat cara belajar dari beberapa orang yang jago di bidang Informatics, sepertinya skill mereka yang luar biasa tersebut dibentuk dari cara yang tidak biasa pula. Materi-materi di bangku perkuliahan, atau pendidikan formal lainnya bukanlah penyokong utama dari terbentuknya sebuah skill yang “tidak biasa”.

Disiplin, istiqomah, dan latihan dengan porsi yang luar biasa akan menambah jam terbang, skill pun akan ter-improve secara automatic. Mungkin cara-cara yang tidak biasa itulah yang membuat seseorang menjadi luar biasa hehe

Advertisements

Kontribusi "Pemrograman Komputer"

Essay Rekrutasi Lab Artificial Intelligence IT Telkom

Kontribusi “Pemrograman Komputer”
Dalam Kehidupan Manusia

Banyak sekali aktivitas dalam kehidupan sehari-hari yang memerlukan bantuan komputer agar memudahkan dalam menyelesaikan tugas. Dan banyak pula permasalahan dalam ilmu pengetahuan yang memerlukan bantuan komputer untuk membantu memecahkannya.

Kita semua tahu bahwa sesungguhnya komputer hanyalah benda mati yang tidak memiliki nyawa, akal, pikiran, bahkan perasaan. Lalu mengapa komputer bisa dengan pintarnya membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada pada kehidupan manusia ?

Sesungguhnya komputer tidak berbeda dengan benda-benda mati lainnya. Komputer hanyalah benda yang bodoh, yang sebenarnya tidak bisa melakukan apa-apa tanpa adanya sebuah program.

Komputer tidak memiliki inisiatif untuk melakukan suatu hal, karena itu komputer membutuhkan sebuah program untuk dapat bekerja membantu manusia. Program itu sendiri berisi kode-kode instruksi yang dibuat oleh para pembuat program (programmer) untuk memerintahkan komputer melakukan suatu hal. Secara intuitif, aktifitas yang dilakukan oleh para programmer untuk membuat program disebut Pemrograman (programming).

Menurut Wikipedia,

Pemrograman Komputer adalah sebuah aktifitas menulis, memelihara, atau mengembangkan suatu kode yang ditulis dalam suatu bahasa pemrograman.

Banyak sekali bahasa pemrograman sampai saat ini. Salah satunya yang sering digunakan oleh para pemula adalah Bahasa Pascal, atau C/C++.

Sebagai contoh, Berapa bilangan fibonacci ke 500, jika definisi bilangan Fibonacci tersebut adalah

Fibonacci(1) = Fibonacci(2) = 1;
Fibonacci(n) = Fibonacci(n-1) + Fibonacci(n-2);

Untuk mengetahui bilangan Fibonacci ke 500, kita harus tahu terlebih dahulu bilangan fibonacci ke-499 dan Fibonacci ke 498, dan seterusnya. Berapa banyak waktu yang dibutuhkan manusia untuk menghitung tersebut?

Contoh sederhana lainnya, User menginputkan sebuah bilangan bulat positif, sebut saja N. Lalu kita ditugaskan untuk men-check bilangan N tersebut termasuk bilangan prima atau tidak ?

Cara naifnya adalah, kita hitung saja berapa banyak bilangan yang lebih kecil sama dengan N yang bisa habis membagi N. Jika hasilnya adalah 2, maka N adalah bilangan Prima, jika hasilnya tidak sama dengan 2 maka N bukan bilangan Prima. Karena ciri bilangan prima itu sendiri adalah hanya memiliki 2 faktor.  Jika range dari N-nya kecil mungkin tidak ada masalah, tetapi masalah akan timbul jika bilangan yang diinputkan oleh user (N) itu sangat besar, misalnya 123894523958023. Apakah kita masih mau mencari banyaknya faktor bilangan tersebut secara manual?

Tentu tidak. Lagi-lagi kita butuh bantuan komputer untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Cara lainnya adalah menggunakan algoritma Sieve Erasthostenes untuk permasalahan bilangan prima seperti contoh tersebut.

Dari dua contoh sederhana diatas, kita tahu bahwa perlu dibuat sebuah program komputer untuk meng-compute bilangan tersebut, sehingga permasalah tersebut dapat terpecahkan dalam beberapa detik saja. Karena komputer biasa yang ada di zaman saat ini mampu melakukan kira-kira 100 juta proses dalam waktu 1 detik.

Masih banyak contoh kasus yang jauh lebih kompleks di dalam dunia ini seperti :

  • Rute mana yang paling optimal dari Bandung ke Tangerang?
  • Ada berapa banyak kemungkinan diletakkannya sebuah Queen dalam permainan catur dengan papan catur berukurang NxM dengan syarat Queen tidak saling memakan?
  • Bagaimana Deep Blue bisa mengalahkan pecatur dunia, Garry Kasparov?
  • Bagaimana mengatur jadwal kuliah mahasiswa IT Telkom agar tidak saling bentrok dengan mahasiswa IT Telkom lainnya ?
  • Dan lain-lain.

Dari beberapa contoh diatas, kita tahu bahwa betapa pentingnya pemrograman komputer itu didalam ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari yang secara langsung atau tidak langsung sangat membantu manusia dalam menyelesaikan beberapa tugasnya.

Being an AI Lab Family ^^

Alhamdulillah, keterima buat SG di ITTelkom Artificial Intelligence Laboratory setelah lolos seleksi berkas dan wawancara 🙂

Masih nimbang-nimbang antara AI sama Software Engineering. Berhubung Lab SE-nya belum buka rekrutasi buat anak baru jadi nyoba yang udah ada aja dulu, yaitu AI. Lumayan interested juga di AI makanya ikutan nyoba waktu itu dan alhamdulillah yah.

SG (study group) sendiri adalah tahap belajar (tahap pertama) yang nantinya bisa jadi Asisten Lab, atau Asisten Riset jika memang layak.

Masih “anak baru” disini, masih nyari jati diri, masih nyari jalan mau kemana kedepannya.

Let it flow 🙂