Setting Proxy pada Git

Ketika akan menggunakan Git melalui koneksi internet yang memiliki Proxy, maka perlu dilakukan pengaturan pada Git agar bisa digunakan sebagaimana mestinya

git config --global http.proxy http://proxy_user:proxy_password@proxy_server:proxy_port 
git config --global https.proxy http://proxy_user:proxy_password@proxy_server:proxy_port

proxy_user = username pada proxy (jika ada) proxy_password = password pada proxy (jika ada) proxy_server = alamat proxy, misal 172.16.1.1 atau alamatproxy.com proxy_port = port proxy, misal 8080 Contoh, di kampus saya terdapat koneksi VPN (Virtual Private Network) yang menggunakan Proxy dengan alamat 172.16.1.1 port 8080 tanpa username dan password. Jika ingin menggunakan Git harus melakukan konfigurasi pada terminal (UNIX) / command prompt (Windows) sebagai berikut

git config --global http.proxy http://172.16.1.1:8080
git config --global https.proxy http://172.16.1.1:8080

Jika ingin menghapus konfigurasi tersebut menggunakan command --unset. Contohnya sebagai berikut

git config --global --unset http.proxy http://172.16.1.1:8080
git config --global --unset https.proxy http://172.16.1.1:8080
Advertisements

02.01

Dan enggak tau harus mulai nulis apa.

Masih di Lab Computing, E101. Backsound: Yiruma, Album Compilation The Very Best Of Yiruma (2011).

Lagi menikmati panjangnya malam. Berusaha mengerjakan tiga deadline tugas sekaligus. Besok. Emm.. maksudnya nanti. Dibilang ditunda-tunda, ndak juga (pembelaan). Lebih tepatnya ceroboh enggak berusaha menghadirkan tanggal-tanggal penting deadline tugas dilayar monitor. Tau-tau udah waktunya, dapat kabar desas-desus dari teman. Biasanya, sticky-notes saya penuh dengan tanggal-tanggal penting kalau musim tugas begini. Ah, dari kemarin juga ngerjain tugas kok. Masih mengusahakan untuk produktif. (Pembelaan lagi). Tetap aja salah prioritas ya.

Deadline Tubes. Saya kerjakan sekenanya, karena H-1 gini ngerjainnya haha. Kalau kata Bill Gates, “If you can’t make it good, at least make it look good“. Begitulah yang sedang dikerjakan di Tugas Besar Pemodelan Sistem ini. Saya buat tampilannya semenarik mungkin. Sesekali menggunakan JavaScript (Web Platform) untuk Pengerjaan Tugas besar Matakuliah ICM. Cari suasana baru. Lebih tepatnya enggak mau ribet. Biasanya pake Java, tugas-tugas udah sangat sering dikerjakan menggunakan Java. Bahasa mayoritas disini. Emm… padahal platform Web lebih mudah untuk di custom (apa-apa-in).

Tab-tab untuk tugas masih kebuka. Rehat sebentar. Tadinya berencana untuk tidur, tapi karena belum ngantuk-ngantuk amat dan takut kebablasan jadi ya do-something-halah kaya gini. Ga jelas. Hehehe

Masiiiih dalam masa-masa evaluasi diri dalam ber-muamalah. Lagi menjadi hot-thread dalam otak saya untuk beberapa minggu belakangan ini. Ternyata, banyak tabiat kurang menyenangkan yang sudah mendarah daging. Ah, tapi semua itu bisa dirubah, InsyaAllah.

Apalagi ya.

Sepertinya saya harus melanjutkan tugas. Nulis gini aja kok setengah jam. hehe. Udah 02.31. Baru inget juga nanti ada kuliah 6.30.

00.47

Rencana meringankan beban tuntutan akademis sejak pukul 21.00 tadi, belum juga terlaksana. Sempat tertunda dengan tidur 60 menit, menjemput teman 40 menit, selebihnya memberi ruang penundaan lagi dengan aktivitas tak jelas maknanya. random.

(Melirik pojok kanan bawah monitor) Oh sudah pukul 00.32. Cepat ya.

Ada sesuatu yang sejak senja tadi cukup mengganggu. Membuat saya agak sibuk untuk mengkonversikannya menjadi barisan doa. Ah, alasan.

Ngomong-ngomong, bagaimana kabarmu? Fii Amanillah. Jaga kesehatan.

Kembali

Rasanya ingin menulis lepas lagi tanpa mempedulikan substansi atau filosofi tulisan, penilaian orang lain, dan alasan-alasan lain yang dalam beberapa tahun ini menghambat saya untuk menulis. Lalu apa tujuannya? Life Journaling: merekam jejak dan pelajaran hidup dari proses penuaan waktu. Semua itu sepertinya sayang dibiarkan menguap dari ingatan begitu saja. Ya, saya butuh menulisnya.

Saya ingin mengulangi semangat menulis semasa SMA, terlepas betapa random-nya isi tulisan pada waktu itu. Merasa sok tau, paling benar sendiri, terkesan pamer (walaupun tidak bermaksud), alay, sampai akhirnya segala macam kekurangan diri terlihat. Saya masih menyimpannya dengan rapih hingga saat ini di cloud storage, bentuk ikhtiar untuk memperkecil kemungkinan hilangnya data tersebut. Sewaktu-waktu siapa tau saya ingin mengingat masa ABG :p

Beberapa menit yang lalu, saya mencoba untuk menghadirkan lagi tulisan-tulisan random itu disini. Jumlah postingnya ada 100 lebih. Tak sampai satu menit saya hanya mempertahankan segelintir dari semuanya, sisanya saya hapus karena enggak kuat menahan malu ke diri sendiri haha. Ah, tapi dari semua itu terlihat proses belajar di diri saya. Belajar apapun. Ternyata saya sudah berubah *jeng jeng. halah*

Pemikiran yang biasanya membuat saya lambat untuk memulai menulis: Perfeksionis, sampai akhirnya tak ada satupun tulisan yang dibuat, hanya berbentuk draft dalam pikiran. Minder untuk mengeluarkan buah pikiran sendiri karena merasa tak sebaik orang-orang. Selain itu saya hanya tidak ingin mengganggu frekuensi publik dengan tulisan-tulisan saya yang lebih sering terkesan pribadi. Saya akan merasa bersalah jika sampai membuat penuh time-line para follower dengan tulisan-tulisan pribadi saya. Entah, itu pemikiran yang lebih banyak mendatangkan kebaikan atau tidak.

Kebutuhannya adalah saya hanya perlu menulis lepas, tanpa mengganggu frekuensi publik. Maka saya coba sandingkan solusi dengan menulis di tempat yang sepi (?) Untuk sementara ini, saya tidak akan mengikuti akun blog manapun yang akan memperbesar kemungkinan akun tersebut mengikuti balik akun saya. Sehingga tulisan saya akan terlihat di time-line-nya dan akhirnya mengganggu :p. Mungkin akan muncul sebuah pertanyaan: “Tapi, bukankah ini era Internet? siapa saja bisa mengakses tulisanmu” | Iya tapi jika ingin mengakses maka dilakukan dengan penuh kesadaran, tidak seperti aturan follow-mem-follow yang tulisan saya bisa diakses tanpa kehendaknya.

Kok ribet ya gue?

Ngomong-ngomong soal mengganggu-atau-tidak-menggangu, mungkin hanya perasaan saja dan saya menyikapinya terlalu berlebihan. Tapi, sekali lagi saya hanya tidak ingin mengganggu mata atau pikiran siapapun (?)

Selamat datang kembali di rumah lama, diusahakan dengan suasana baru.

Computing Laboratory, 1 Mei 2014