Terima aja dulu

Ada yang tiba-tiba dateng, cerita panjang lebar sambil marah campur nangis karena kesel pulpennya dipinjem orang tapi enggak dipulangin lagi. Atau ibumu tiba-tiba nelpon, ternyata buat ngobrol random aja, padahal kamu udah pengen banget tidur karena capek dan pusing dengan tugas-tugas kuliah hari ini. Atau temen sebelahmu ngomong panjang lebar, mencoba menjelaskan insight yang dia dapet dari perjalanannya ke kantor tadi pagi, lalu kamu bingung insight-nya di sebelah mana karena menurutmu biasa aja.

*

Seringkali kita–termasuk saya–gemar berkomentar anti-konstruktif terhadap apa yang orang lain lakukan, hanya berdasarkan apa yang sedang kita pahami pada saat ini dan tanpa memosisikan diri menjadi orang lain tersebut: “Yealah bro, biasa aja lah”; “Apaan si”; “Sok tua lu”; “Jir, ngapain sih ribet gitu, simple aja lah, bro”, “Ah, kebijakan pemerintah sekarang ga ada yang bener”

Jelas-jelas isi kepala kita berbeda, kita punya pengalaman yang berbeda, karakter yang berbeda, sedang menghadapi masalah-masalah hidup yang berbeda, dan segala-macem perbedaan yang lain.

Ternyata pulpen yang dipinjem lalu hilang itu kenang-kenangan dari orang tuanya dulu; Ibumu bisa jadi sedang benar-benar kesepian karena sendirian di rumah, dan padahal temen sebelahmu tadi ingin membagikan “energi positif” yang sedang ia rasakan agar kamu juga tertular.

Jadi, IMHO, sebenernya tinggal dengerin aja atau diem pura-pura dengerin. Terima aja dulu.

Saat ini mungkin apa yang disampaikan orang tersebut belum relevan dengan kondisi kita sekarang, tapi dengan mensedekahkan sedikit atensi dan waktu kita, kejadian itu akan terekam otak dengan baik dan bisa jadi itu akan berguna di kemudian hari. Sekaligus, orang tersebut tidak tersinggung dengan ke-“yaelah bro”-annya kita hehe.

Karena, berapa banyak dari kita yang telat sadar dengan maksud dari omelan-omelan ibu dulu yang cukup menyebalkan, tapi ternyata sangat berguna untuk kehidupan kita saat ini?

Berapa banyak dari kita yang baru “ngeh” maksud dari kalimat-kalimat temen kita–yang menurutmu sok tua–saat SMA dulu?

Juga berapa banyak dari kita yang baru tersentuh hatinya dengan ayat al-quran yang artinya kita baca dua minggu lalu?

H-1 2016

Advertisements

Menekan Ego

IMHO, salah satu pekerjaan menjadi dewa(sa) adalah menyelaraskan rencana-rencana pribadi dengan kebutuhan & kepentingan orang lain yang memang berhak.

Bahkan bisa sampai level “mengorbankan” kalau memang itu dibutuhkan.

Maka berdoalah dalam-dalam agar diberikan hati yang luas sekaligus sesak dengan prasangka-prasangka baik.

*

Belajar dari Ibu dan Ayah di rumah. Sosok yang sering menitipkan kebahagiaannya, di tubuh orang lain.

9.15 PM

3 Cendera Mata untuk Web Dev

Ada 3 buah cendera mata yang saya temukan di hari ini. Cukup membuat bahagia karena berhasil memudahkan pekerjaan saya dan tim untuk hari ini.

Atas nama perbaikan Knowledge Management dan kegemaran berbagi, sepertinya mulai sekarang saya akan membagikan cendera mata yang saya temui dalam perjalanan belajar.

APIDOC (http://apidocjs.com/)

Membuat dokumentasi API dengan cara yang lebih elegan dan lebih mudah. Tinggal menambahkan beberapa baris komentar pada setiap method, maka APIDOC akan men-generate dokumentasinya dalam bentuk HTML siap dikonsumsi.

Contoh:

/**
 * @api {get} /user/:id Request User information
 * @apiName GetUser
 * @apiGroup User
 *
 * @apiParam {Number} id Users unique ID.
 *
 * @apiSuccess {String} firstname Firstname of the User.
 * @apiSuccess {String} lastname Lastname of the User.
 */

contoh output: http://apidocjs.com/example_basic/

Screen Shot 2015-12-21 at 6.55.51 PM

Carbon (http://carbon.nesbot.com/)

Carbon adalah library yang digunakan untuk memanipulasi date time. Yang paling saya suka adalah bagian “Difference for Human”, kita bisa dengan mudah membuat format tanggal seperti “1 hour ago”, “1 hour from now”, “1 hour before”, dan sebagainya.

Kalau bikin fungsinya sendiri cukup tricky dan memakan waktu. It’s really helpful.

Zipper for Laravel (https://github.com/Chumper/Zipper)

Library ini diperuntukkan untuk Laravel Framework. Sangat membantu ketika kita berurusan dengan peng-compress-an data dalam format ZIP. Misal, kita ingin men-ZIP beberapa file yang akan di download oleh user.

Pada PHP 5.2 keatas, sudah ada bawaan class ZipArchive yang fungsinya untuk melakukan “ZIP” file juga. Tapi dengan library Zipper ini, code akan lebih elegant  ala One-Liner

Contoh:

//men-zip seluruh file pada directory public/files menjadi test.zip

$files = glob('public/files/*');
Zipper::make('public/test.zip')->add($files);

 

Hati-Hati

Syaitan pintar, karena orang baik kurang tertarik dengan bisikan bermaksiat, maka ia akan memilih pintu yang kebanyakan orang baik sukai: ibadah, berbuat baik.

Ia akan bersikeras membengkokkan niat yang awalnya lurus, perlahan-lahan menggerus hati yang ikhlas, sampai bukan Tuhannya lah lagi tujuannya.

Hati-hati, menjaga hati.

life-skill: listening

Walaupun udah lebih baik dari beberapa tahun lalu, tapi masih ada beberapa poin yang menjadia catatan. Salah satunya adalah kebanyakan ngomong (ga perlu) kalo lagi berada di sebuah forum kecil haha.

Sampai kadang-kadang terkesan terlalu mendominasi percakapan. Saya menyadari ini kebiasaan yang kurang baik.

Dalam menghadapi masalah harian (dari yang remeh sampe yang kompleks), niatan yang baik saja ga cukup, tapi juga perlu strategi. Karena kalau caranya kurang tepat jadi sulit nemuin titik temu. You don’t say lah ya.

Misalnya, kebanyakan ngomong atau ga berhasil menemukan momen yang pas buat kapan-ngomong-dan-kapan-diem. Walaupun maksud hati ingin menunjukkan simpati dan menawarkan solusi. Tapi di banyak kasus, ini sama sekali ga bekerja.  Karena (bisa jadi) solusinya adalah cukup diam; duduk manis; memberikan atensi lebih untuk mendengar;

Kira-kira dua bulan lalu saya bertekad untuk mastering skill “mendengar” yang masih ngerasa kurang baik. Hasilnya, belum “master” tapi sepertinya sekarang sudah lebih baik. Alhamdulillah 😀

Saya belajar banyak dari Bang Jay dan Bang Pulung di kantor. Diam-diam nyontek sikap beliau saat berada di sebuah forum hehe.

Akhir kata, the first step to listening: stop talking.

1.17 AM