(si)apa yang salah?

Guru saya pernah bilang, salah satu dari delapan faktor yang menyebabkan terpuruknya umat ini adalah: mudah sekali tertipu oleh gemerlapnya pemikira-pemikiran atau ideologi-ideologi lain.

Beliau melanjutkan, mudahnya kita tertipu oleh gemerlapnya pemikiran barat misalnya, semata-mata karena kita enggak paham Islam. Kita merasa di Islam enggak ada, kita merasa yang Barat itu keren. Padahal sebenarnya kalau kita tau sedikit lebih banyak saja mengenai agama ini, kita akan terkagum-kagum, ternyata Allah, Rasul-Nya, para sahabat, sudah menyediakan konsep yang jauh lebih indah dan jauh lebih komprehensif ketimbang yang ditawarkan oleh orang lain. Karena itu Iqra’ (bacalah). Perluasan wawasan menjadi satu-satunya kata kunci.

Tetapi rasanya menjadi kurang tepat juga ya jika setelah ini kita menjadi orang yang menutup diri dari pemikiran-pemikiran selain pemikiran Islam. Yang disarankan hanya “jangan tertipu oleh gemerlapnya”.

Sekali lagi tetap yakinlah, Islam menyediakan yang lebih baik. Kitanya aja yang belum tau dan belum paham, sampai akhirnya “Islam saat ini” sering dianggap pasif dalam menjawab persoalan zaman, “Islam saat ini” tidak lagi menarik hati para tetangga di sekitar rumah kita, karena dianggap tidak mampu memberikan solusi dari persoalan sehari-harinya.

Jadi, (si)apa yang salah?

Belajar belajar! Kerja kerja! Hap!

Tangerang, 5.57 am

*dari yang belum tau apa-apa tentang Islam.

Advertisements