Urgensi Berkah

Frustasi karena merasa sedikitnya energi, waktu, harta dan segala rupa sumber daya yang dimiliki, semata-mata karena tidak dilibatkannya variabel keberkahan dalam hitung-hitungan kita.

Menurutku, keberkahan adalah pelaku eksponen.

Yang sedikit terlihat oleh mata (manusia), bisa memberikan dampak yang sangat signifikan pada hasilnya bila dilibatkan.

Ilustrasi Berkah

Sebagai ilustrasi untuk mempermudah tersampaikannya ide dari tulisan ini, tanpa bermaksud mengkuantifikasi keberkahan.

Ilustrasi pertama, anggaplah harta kita sebesar 2 saja. Alhamdulillah Allah memberikan keberkahan sebesar 1000.000, berapa hasilnya? Membayangkannya saja sulit. Yang jelas itu sangat sangat sangat besar. Mendekati tak hingga.

Ilustrasi kedua, anggaplah harta kita 1000.000, Allah memberika keberkahan sebesar 2, hasilnya 1Triliyun. Masih besar.

Ilustrasi ketiga, anggaplah harta kita 1Triliyun, tetapi Allah memberikan keberkahan sebesar -2 (negatif) saja. Hasilnya adalah satu per 1Triliyun. Sangat sangat kecil, mendekati 0, mendekati tidak ada.

Dari ilustrasi diatas, mari merenung sejenak tentang apa yang kita miliki saat ini. Hmmm…

Hasil?

Berbicara hasil, pada tulisan ini, mari kita sepakati bahwa hasil adalah tentang seberapa ridha Allah terhadap diri kita.

Saya mengasumsikan bahwa kita semua menjadikan Allah sebagai tujuan hidup kita.

Seluruh atribut kehidupan yang melekat dengan diri adalah sarana untuk mencapai hasil tersebut. Termasuk beberapa yang disebutkan di awal: energi, waktu dan harta.

Kesimpulan

Harta, ilmu dan energi yang sedikit, apa bila benar proses menjemputnya dan membelanjakannya, insyaAllah akan mendatangkan kebaikan-kebaikan berlipat pada orang-orang yang terlibat (mungkin tanpa kita tahu dan sadari). Mudah-mudahan itu yang membuat Allah semakin ridha terhadap diri kita.

Pengingatan sederhana ini, mengajak diri saya dan kita semua untuk berusaha semaksimal mungkin untuk bersyukur dan mengekspresikannya dengan benar. Serta memperhatikan benar-benar faktor apa saja yang menyebabkan keberkahan itu turun dan terhambat untuk turun.

Wallahua’lam.

Tangerang, 2611161644

Advertisements

Mencari Kebenaran

Banyak yang berputar-putar mencari kebenaran, sampai-sampai proses pencariannya menjadi lebih penting dari kebenaran itu sendiri.

Aduhai nikmat yang hatinya tertanam iman. Bebas sebebas-bebasnya dari perangkap logika makhluk.

Sejarah menerangkan bahwa Islam adalah agama peradaban; agama ilmu. Memeluknya menuntut proses belajar tiada akhir. Mengimaninya bukanlah kebodohan.

Jika diberi nikmat ilmu, ilmunya membawa dekat kepada Rabb-nya. Alih-alih mengundang ragu, hasil perenungannya malah menenangkan jiwa.

Kalau tidak begitu, mari periksa kondisi hati. Barangkali ada yang keliru.

Hmm…

Jadi mana yang lebih penting? Kebenaran atau proses mencari kebenaran?

Sehari Setelah 411

Aksi berjalan damai sesuai dengan agenda, itu fakta. Setelahnya ada kerusuhan, itu sudah cerita yang lain.

Pagi ini, saya tidak ingin merusak sisa kekhidmatan kemarin dengan memberikan atensi berlebihan ke media–yang… ah sudahlah.

Pagi ini, mari kita manfaatkan sisa-sisa kekhidmatan kemarin sebagai momentum mulainya perubahan besar, momentum untuk kembali lebih mencintai apa yang sedang umat ini bela habis-habisan: Al-Qur’an.

Mudah-mudahan kita semua sudah paham konsekuensi dari “kata kerja cinta”.

Mari kita tengok kembali sejarah, barangkali kita berhasil mengambil banyak pelajaran dari fakta-fakta terdahulu, ketika umat ini sangat dekaaat dengan Al-Qur’an. Dua kata kunci: keemasan dan kejayaan.

Tapi saudaraku, jangan terlalu silau dan menikmati fakta-fakta terdahulu yang mengagumkan.

Mulai hari ini saudaraku, mari bergerak, dengan Al-Qur’an sebagai pedoman dan dasar pijakan berpikir, kita putar ulang sejarah.

Dengan kehendak Allah, yakinlah bahwa Islam akan kembali menjadi Ustadziyatul ‘alam, referensi dunia!

Allah, mudahkanlah kami, pandaikanlah kami dalam mengelola hati dan niat, kuatkanlah pundak-pundak kami, tegapkanlah tubuh kami, cerahkanlah pikiran kami, satukan hati-hati kami karena-Mu Allah. Aamiin.

TNG0511161013