Effective People Rules 

Disclaimer: Tidak ada self-claim bahwa saya “effective people”, masih sedang belajar juga. Diangkat berdasarkan pengalaman pribadi dalam perjalanan. Ini common sense, cukup klasik dan ini hanya opini pribadi.

Rule #1: Kita hidup dan bermuamalah bersama manusia, bukan bersama “malaikat”. Sediakan ruang maaf yang luas.

Manusia cenderung gemar untuk melakukan kesalahan, karena manusia tempatnya salah. Oleh karena itu, sediakan ruang maaf yang super-luas, agar sebab bahagia menjadi lebih mudah untuk dieksekusi.

IMO, melakukan kesalahan (dalam sikap, perbuatan, dll) itu diperbolehkan, asalkan diiringi dengan tanggung jawab untuk memperbaiki. Agar ungkapan klasik: “pengalaman adalah sebaik-baiknya guru” menjadi terbukti benar. Tidak ada pengalaman yang lebih berharga dari kesalahan tardahulu.

Skill required: Memaafkan dengan tulus, tanggung jawab dengan kesalahan.

Rule #2: Berbeda bukan berarti salah, sedangkan yang sama belum tentu benar. Fokuslah untuk mencari titik temu dan peluang kolaborasi.

Adanya perbedaan dalam berpikir dan berpendapat adalah salah satu ciri sehatnya sebuah kelompok / organisasi. Jika dalam sebuah kelompok ada sekian banyak perbedaan dalam berpendapat, artinya ada sekian banyak kombinasi pendapat. Bisa jadi sebagian dari yang banyak itu adalah calon solusi yang unggul.

Skills required: kerendahan hati, pikiran yang terbuka dan sikap acceptance.

Rule #3: Belajarlah untuk berkata “Ya, setuju” untuk kepentingan bersama.

Memutuskan untuk berorganisasi, artinya sudah sepakat untuk menggadaikan sebagian preferensi pribadi.

Agak mustahil untuk membuat semua orang dalam satu pendapat. Sedangkan persoalan-persoalan sering menuntut untuk segera dicarikan solusinya, agar organisasi bisa lanjut berjalan.

“… tidak akan rugi orang yang bermusyawarah” – HR. Thabrani

Skill required: Bermusyawarah, ta’at dengan pemimpin, kerendahan hati, acceptance.

bersambung… (ngantuk)

DPK, 06032017-2309

Advertisements