Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) [Bag.34/36]

Juz 2 – Surat ke-32 dari Serial cuplikan “Khowatir Quraniyah: Kunci Memahami Tujuan Surat-surat Al-Quran”, karya Amru Khalid. InsyaAllah terbit setiap hari jam 8.30pm WIB. Surat lainnya bisa disimak di sini.


34) Sistem Perekonomian

Beberapa ayat penghujung surat Al-Baqarah menampilkan rambu-rambu manhaj yang lain, yaitu sistem pengelolaan harta dan perekonomian dalam Islam. Tema yang diketengahkan, “Islam adalah manhaj pengembangan, bukan manhaj riba”. Maka hadirlah ayat-ayat yang memberi peringatan keras tentang riba,

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa” – Al-Baqarah: 276

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” – Al-Baqarah: 278-279

Setelah itu, hadir ayat terpanjang dalam Al-Qur’an tentang hutang-piutang, untuk lebih memperjelas rambu-rambu manhaj dalam masalah tersebut dan memastikannya.

Ayat berikutnya hadir untuk menegaskan pentingnya kepastian (tatsabbut) dalam urusan mu’amalah (transaki dengan sesama manusia)

“Apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya” – Al-Baqarah: 282

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati,” Allah berfirman: “Apakah kamu belum percaya” Ibrahim menjawab: “Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya” – Al-Baqarah: 260

Dua ayat tersebut memberi pengajaran bahwa tatsabbut (mencari kepastian) merupakan manhaj muslim dalam segala aspek kehidupan.

Coba perhatikan, ayat-ayat tentang riba terletak di antara ayat-ayat infaq dan pengembangan kekayaan. Ini untuk menjelaskan bahwa Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali menyuguhkan alternatif yang lebih baik.

>> Indeks pembahasan surat Al-Baqarah <<


Serial lainnya:

Advertisements

Ndak kuasa menahan untuk pengen langsung gendong setelah ketemu Zayd (bin Amri). Lelaki zuper lutju nan tampan ini tidak berkutik saat diajak foto bareng. Yeah! 😀 

Tumbuh jadi lelaki shalih tangguh yang kontributif ya, Nak 🙂

Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) [Bag.32-33/36]

Juz 2 – Surat ke-32 dari Serial cuplikan “Khowatir Quraniyah: Kunci Memahami Tujuan Surat-surat Al-Quran”, karya Amru Khalid. InsyaAllah terbit setiap hari jam 8.30pm WIB. Surat lainnya bisa disimak di sini.


32) Bukti dan Argumen

Setelah ayat Kursi terdapat tiga kisah yang menampilkan contoh konkrit untuk mendukung ayat Kursi, yaitu kisah Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud,

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan”, orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” – Al-Baqarah: 258

33) Kisah ‘Uzair

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali…” – Al-Baqarah: 259

Kisah Nabi Ibrahim as. yang memohon kepada Allah,

“Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” – Al-Baqarah: 260

Kemudian Allah memerintahkannya mengambil beberapa ekor burung, memotong-motongnya, dan meletakkan masing-masing potongan di atas gunung, lalu memanggilnya. Tiba-tiba bulu, daging, dan darah kembali seperti sebelum dipotong-potong.

“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” – Al-Baqarah: 260

Sungguh, kisah ini menegaskan kekuasaan Allah untuk menghidupkan dan mematikan.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)” – Al-Baqarah: 255

Ayat ini hadir setelah ayat-ayat yang menjelaskan manhaj, untuk mengokohkan keimanan dan keyakinan muslim pada ALlah. 

Diharapkan ini menjadi penguat baginya untuk memikul berbagai tuntutan manhaj yang berat.

>> Indeks pembahasan surat Al-Baqarah <<


Serial lainnya:

Maksimal

Kita tidak pernah dituntut untuk memberikan porsi 100℅ untuk satu hal saja, karena ada hal-hal lain yang menuntut hak atas diri kita, dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

Setiap hal memiliki hak atas versi terbaik dari diri kita, semaksimal dari apa yang kita bisa dan kita punya, meskipun itu sebesar 1℅, atau bahkan 0.0002℅ saja.

Tapi tidak dengan 0℅.

Jadi, jangan pernah menolak, apalagi diam tidak bergerak. Masih banyak wacana yang perlu digarap, Kawan. Yosh!

“…Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati” – [QS 64:4]

11.54pm

Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) [Bag.31/36]

Juz 2 – Surat ke-32 dari Serial cuplikan “Khowatir Quraniyah: Kunci Memahami Tujuan Surat-surat Al-Quran”, karya Amru Khalid. InsyaAllah terbit setiap hari jam 8.30pm WIB. Surat lainnya bisa disimak di sini.


31) Ayat Kursi: Kekuasaan dan Keagungan Allah SWT

Sampailah kita pada ayat paling agung dalam Al-Qur’an, yaitu ayat Kursi (ayat 255). Ayat ini merupakan pembicaraan paling indah mengenai Allah dan sifat-sifat-Nya yang diketahui manusia sepanjang sejarah.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. 

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” – Al-Baqarah: 255

Uniknya, setelah ayat tersebut, langsung disusul dengan firman Allah dalam ayat 256,

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)” – Al-Baqarah: 256

Suatu argumen telah diberikan kepada umat manusia melalui ayat Kursi. Oleh karena itu, siapa yang memilih kekufuran setelah mengetahui argumen tersebut, maka tidak ada yang memaksakannya untuk beriman.

“Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat” – Al-Baqarah: 256

Di antara alasan penempatan ayat Kursi di tengah pembahasan tentang manhaj adalah ketika hendak menerapkan manhaj, dibutuhkan peneguh dan pengokoh. Adapun peneguh itu adalah keyakinan bahwa manhaj ini dari Allah dan Dia akan memberikan perlindungan kepada orang-orang yang menerapkannya.

“Allah Palindung orang-orang yang beriman” – Al-Baqarah: 257

>> Indeks pembahasan surat Al-Baqarah <<


Serial lainnya: